
Jika udah berbicara tentang hati … mang suka ga ada batasnya. Sapa yang tau seh dalamnya hati seseorang ( cieeeh … pujangga sekalee :p ) .
Tapi bener loh.. . Contohnya kita nyumbang amal jariyah deh yang paling umum, apa lagi kalo nominalnya besar plus terpublikasikan, waaah.. yang namanya setan makin usil tuh tuk ngerjain kita ( elloh kok setan disalahin ??
). apa bener kita ikhlas ??
Toh qita mang berusaha untuk tetap ikhlas…
Jika ada orang yang menyakiti hati kita untuk suatu kejadian tertentu, terush dia sudah minta maaf dan kita bilang juga sudah memaafkan. apakah benar kita sudah memafkan dan mengikhlaskan kejadian itu ??. Walaupun hati ingin memafkan dan ingin yang terbaik untuk kedepannya, knapa hati masih terasa sakit jika teringat peristiwa yang menyakitkan tersebut ?.
Toh qita berusaha untuk tetap bisa memaafkan dan mengikhlaskan…
Jika dapat memilih, tentu qt kan memilih pasangan yang ’sempurna’. Tapi hati mencinta seseorang tanpa bisa merencanakan dan menghindari rasa itu. Tidak ingin suka tapi kenyataannya suka. Yah tentu seseorang itu punya keunikan yang membuat kita menyukainya. Hati tidak mampu menolak rasa.
Juga ada cerita tentang pernikahan yang proses perkenalannya relatif sebentar dalam rangka menjaga hati, diri dan kehormatan.
Toh cinta di hati mampu tumbuh dan berkembang dalam kesamaan visi.

Hati ini milik-Nya. Dia yang menggenggam hati ini.
Dia yang tahu apa kita bener2 ikhlas, apa kita bener2 sudah memaafkan dan Dia pula yang mencondongkan hati pada seseorang
Jika kita menyerahkan hati ini pada yang Maha Sempurna, Maha Berkuasa, Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Adil dan Bijaksana, Maha dan Maha…
Qira-qira…., apa yang perlu dikhawatirkan yah ????